Translate

Menghapusbukukan Debitur ( Debius )

Debius atau Hapus buku adalah salah satu cara untuk menekan turunnya NPL ( Non Performing Loan ), namun dengan cara ini bank harus menutupi semua hutang yang macet dan dana untuk menutupi hutang macet berasal dari laba bank sehingga mengurangi laba bank. untuk menghapusbukukan debitur harus melalui persetujuan Kepala Cabang, Direktur Utama, Dewan Pengawas atau Dewan Komisaris. setelah hapus buku dilakukan maka dalam catatan administrasi debitur yang kredit nya bermasalah atau macet akan di hilangkan dalam catatan pembukuan atau dianggap lunas namun bukan berarti setelah dihapuskan lalu didiamkan begitu saja, tetap harus kita tagih sampai menutupi kerugian bank karena menghapusbukukan. menghapusbukukan merupakan cara sementara untuk menyelamatkan bank dari tingginya NPL. karena sampai kapanpun cara yang paling baik untuk menurunkan NPL adalah dengan cara menagih sampai dengan kredit bermasalah tersebut Lunas.

Analisa kredit dari aspek keuangan

Analisa kredit berdasarkan aspek keuangan merupakan hal yang penting disamping aspek-aspek yang lainnya. karena dengan kita mengetahui kondisi keuangan si nasabah, dari situ pula kita bisa memprediksi apakah kredit yang kita berikan kepada nasabah tersebut akan efektif atau tidak, karena sebisa mungkin dalam pemberian kredit, jangan sampai terjadi masalah ditengah jalan, yang paling bagus adalah nasabah mampu membayar angsuran kredit sesuai jadwal yang ditentukan sampai akhirnya lunas. untuk mengetahui cara menganalisa kredit dari aspek keuangan, silahkan anda download Contoh Neraca Analisa Kredit.

Semoga bermanfaat

Menjual barang jaminan untuk penyelesaian kredit

Ada banyak cara jika kredit yang anda berikan kepada seseorang menjadi bermasalah, salah satu caranya adalah dengan menyuruh si nasabah untuk menjual barang jaminannya. jadi seperti ini teknis nya, nasabah yang kreditnya bermasalah kita sarankan untuk menjual barang yang dijaminkan kepada bank untuk melunasi seluruh keawajibannya kepada bank, jika nasabah tersebut telah menemukan orang yang akan membeli barang jaminannya, saat itu juga kita langsung pergi ke rumah nasabah tersebut sekaligus bertemu dengan si pembeli barang jaminan tersebut, jika proses jual beli selesai sekarang tinggal waktunya kita ambil uang hasil jual beli tersebut untuk melunasi seluruh kewajiban nasabah yang kreditnya bermasalah kepada bank dan saat itu juga kita serahkan dokumen dokumen penting yang dijadikan barang jaminan. Mudah kan ?

Semoga bermanfaat

Memperpanjang jangka waktu dan menurunkan suku bunga

Bagaimana caranya supaya kredit yang bermasalah yang diakibatkan oleh sumber penghasilan yang terhenti. ? salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan cara memperpanjang jangka waktu kredit dan memperkecil bunga yang diberikan sehingga angsuran kredit setiap bulannya akan tersetor tanpa ada hambatan. misalnya seorang PNS yang dinyatakan pensiun akan menerima penghasilan setiap bulannya sebesar Rp. 700.000,00 sedangkan kewajiban dia untuk membayar angsuran kredit kepada bank sebesar Rp.900.000,00 nah dengan cara memperpanjang jangka waktu dan menurunkan suku bunga sehingga bisa jadi angsuran kredit yang harus dia bayar sekitar Rp. 650.000,00 per bulan. sehingga walaupun sudah masuk masa pensiun, dia masih mampu membayar kewajiban angsuran kredit kepada bank.
 

Terhentinya Sumber Penghasilan

Faktor eksternal yang muncul dari luar yang menyebabkan kredit bermasalah adalah salah satunya Terhentinya Sumber Penghasilan. contoh nya ada seorang nasabah dengan pekerjaan PNS yang setoran angsuran kreditnya diambil melalui gajinya yang dikolektifkan melalui bendahara. pada awal mengajukan kredit dia mengatakan " 5 tahun lagi saya akan pensiun " sehingga pada akhirnya kredit tersebut dicairkan dengan diberi jangka waktu 3 tahun. dan ternyata 2 tahun kemudian dia dinyatakan pensiun karena memang sudah waktunya dia pensiun  dan setelah ditelusuri ternyata dia memalsukan tahun lahir . sudah  bisa dipastikan uang pensiun yang dia terima tidak akan cukup untuk membayar angsuran kredit kepada bank. tentunya ini menjadi pekerjaan baru untuk bank bagaimana caranya supaya kredit yang tersalurkan tersebut harus kembali tanpa adanya masalah.

Kredit Bermasalah

Kredit bermasalah atau yang biasa disebut NPL ( Non Performing Loan ) merupakan posisi dimana jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat tidak kembali 100 % kepada bank. ini disebabkan berbagai faktor ada faktor pengelolaan pegawai bank, kondisi ekonomi di daerah dimana bank tersebut beroperasi, bencana alam, kondisi ekonomi global dalam suatu negara dan lain sebagainya.
pada umumnya NPL dihitung berdasarkan prosentase jumlah kredit yang lancar berbanding dengan jumlah kredit bermasalah. contoh dari 100% kredit yang disalurkan ada kemungkinan 1-5 % nya. untuk ukuran kesehatan sebuah bank pada umumnya NPL nya 0-3 %, namun bank dengan NPL 5 % pun masih bisa dikatakan sehat.
sekian artikel yang bisa diposting, mohon tunggu postingan selanjutnya
Semoga Bermanfaat

Bagikan